Rabu, 25 Oktober 2017

Tugas mandiri kurikulum pembelajaran



TUGAS MANDIRI 1
KURIKULUM & PEMBELAJARAN
PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI & PRAKTEK
(Tim Pengembang MKDP, 2017) (Prof.DR.Nana Syaodih Sukmadinata, 2012)







Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Terstruktur Yang Diwajibkan Dalam Mengikuti Perkuliahan Kurikulum dan Pembelajaran
 Oleh:
Nama  : Putri Dwi Yanna
NPM   : 1602050172

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERISTAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
2017









































KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah puji syukur atas kehadirat Allah.SWT atas rahmat dan nikmat yang telah diberikan Nya. Tak terlupa shalawat dan salam untuk junjungan Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang kaya dengan ilmu pengetahuan untuk umatnya,.
Selama proses penyelesaian ini penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan dijumpai baik dalam segi penyusunan materi yang belum memenuhi kesempurnaan. Penulis mengharapkan segala kritik dan saran dari berbagai pihak demi mencapai kesempurnaan.
Dalam kesempatan yang sangat berharga ini penulis megnucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena penulis banyak mendapatkan bantuan, bimbingan, doa, motivasi, dan semangat dari berbagai pihak.
Akhir kata, saya sebagai penulis berharap agar “Critical Book Review”   ini dapat bermanfaat bagi penulis dan khususnya bagi siapa saja yang membacanya.Dengan segala kerendahan hati,   penulis berterimakasih yang amat besar kepada kalian semua. Semoga seluruh bantuan dan budi yang telah diberikan kepada penulis akan  senantiasa mendapatkan balasan dari Allah SWT.


                                                                                                                                                                                                                    Wassalam,


Medan, Oktober  2017




DAFTAR ISI

KATA PENGANTARx____________________________________                   
DAFTAR ISI_____________________________________________                   
BAB I PENDAHULUAN __________________________________
a.       Manfaat Critical Book Review__________________________
b.      Tujuan penulisan critical book review_____________________
c.       Identitas buku yang di review__________________________
BABII RINGKASAN ISI
BUKU WAJIB ___________________________________________                   
A.    Bab I Pengertian, Dimensi, Fungsi, Dan Peranan Kurikulum _____                   
B.     Bab II Landasan Pengembangan Kurikulum __________________                   
C.     Bab III Komponen-Komponen Pengembagan Kurikulum _______                   
D.    Bab Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum ________________                   
E.     Bab V Model Pengembangan Dan Organisasi Kurikulum _______                   
F.      Bab VI Evaluasi Kurikulum ______________________________                   
G.    Bab VII Konsep Dasar Pembelajaran _______________________                   
H.    Bab VIII Komponen-Komponen Pembelajaran _______________                   
I.       Bab IX Prinsip-Prinsip Pembelajaran ________________________                   
J.       Bab X Pendekatan, Strategi, Dan Model Pembelajaran











BUKU PEMBANDING____________________________________
Bab I   Kedudukan Kurikulum Dalam Pendidikan___ _____________


                  
Bab IITeori Kurikulum______________________________________
Bab III Landasan Filosofis & Psikologis Perkembangan Kurikulum___
Bab IV Landasan Sosial-Budaya  Perkembangan Ilmu                                                                                            
Bab V  Macam-Macam Model Konsep Kurikulum________________       
Bab VIAnatomi Dan Desain Kurikulum____________________________
Bab VII Proses Pengajaran______________________________________
Bab VIII Prinsip Pengembangan Kurikulum                                     
Bab IX Evaluasi Kurikulum
Bab X Guru dan Pengembangan Kurikulum

BAB III PEMBAHASAN
A.1Pembahasan Tentang Definisi Kurikulum
A.2Pembahasan tentang Komponen Pengembangan Kurikulum
A.3Pembahasan tentang Model Perkembangan
A.4Pembahasan tentang Strategi Pembelajaran
A.5Pembahasan tentang Evaluasi Kurikulum
A.6 Pembahasan tentang Inovasi Kurikulum Pembelajaran
B. Kelebihan dan Kekurangan Buku
BAB IV PENUTUP
A.                Kesimpulan
B.  Rekomendasi Untuk Perbaikan Buku
Daftar Pustaka
Sukmadinata, Prof.Dr.Nana Syaodih,( 2012).Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Praktek. Bandung
pembelajaran, T. p. (2011). Kurikulum dan pembelajaran. Bandung: RajaGrafindo Persada.
BAB I
PENDAHULUAN
a.      Manfaat Critical Book Review
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Kurikulum dan Pembelajaran,
Untuk menambah pengetahuan tentang berbagai hal tentang kurikulum & pembelajaran.

b.      Tujuan Penulisan Critical Book Review
Critical Book Review ini bertujuan :
·         Mengulas isi sebuah buku.                                                    
·         Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku.
·         Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan dalam setiap bab dari buku pertama dan kedua.
·         Membandingkan isi buku pertama dan buku kedua.
·         Membandingkan dan mengetahui kekurangan serta kelebihan buku pertama dan buku kedua
·         Untuk memenuhi tugas mata kuliah kurikulum dan pembelajaran.

c.       Identitas Buku Yang Di Review
IDENTITAS BUKU I
1.      Judul                                       : Kurikulum & Pembelajaran              
2.      Edisi                                        :Cetakan ke-6
3.      Pengarang                   :Tim Pengembang MKDP
4.      Penerbit                                   : PT.RajaGrafindo
5.      Kota    Terbit   : Depok
6.      Tahun Terbit                :2017
7.      Tebal Halaman            : 306 Halaman
8.      ISBN                                       : 978-979-769-382-4      



IDENTITAS BUKU II        
1.      Judul                                       : Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek
2.      Edisi                                        : Cetakan Ke-15
3.      Penerbit                                   : PT.Remaja Rosdakarya
4.      Pengarang                   : Prof.DR.Nana Syaodih Sukmadinata
5.      Kota Terbit                  : Bandung
6.      Tahun Terbit                : 2012
7.      Tebal Halaman            : 219 Halaman
8.       ISBN                                      : 979-514-601-7


















BAB II
RINGKASAN ISI BUKU
RINGKASAN   BUKU  I
KURIKULUM & PEMBELAJARAN
BAB I
Pengertian, Dimensi, Fungsi, dan Peranan Kurikulum
1.                  Pengertian dan Dimensi Kurikulum
Istilah kurikulum (curriculum) berasal dari kata curir (pelari) dan curere (tempat berpacu), dan pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga. Pada saat itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali/penghargaan.
Dalam kurikulum terkandung dua hal pokok, yaitu:
Adanya mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa, dan,tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh ijazah
Harold B. Alberty (1965) memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa dibawah tanggung jawab sekolah (all of the activities that are provided for the students by the school).Sehingga kurikulum tidak dibatasi pada kegiatan di dalam kelas, akan tetapi mencakup juga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa di luar kelas.
Keempat dimensi kurikulum tersebut, yaitu:
1.      Kurikulum sebagai suatu ide/gagasan .
2.      Kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide .
3.      Kurikulum sebagai suatu kegiatan yang sering pula disebut dengan istilah kurikulum sebagai suatu realita atau implementasi kurikulum .
4.      Kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan.






2.                  Fungsi Kurikulum
Pada dasarnya kurikulum berfungsi sebagai pedoman atau acuan. Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi kepala sekolah dan pengawas, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Bagi orang tua, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam membimbing anaknya belajar dirumah. Bagi masyarakat, kurikulum berfungsi sebagai pedoman untuk memberikan bantuan bagi terselenggaranya proses pendidikan disekolah. Sedangkan bagi siswa, kurikulum berfungsi sebagi satu pedoman belajar.
Berkaitan dengan fungsi Kurikulum bagi siswa sebagai subjek didik, terdapat enam fungsi Kurikulum, Yaitu;
·         Fungsi Penyesuaian (The adjustive or adaptive function)
·         Fungsi Integrasi (The Integrating function)
·         Fungsi diferensiasi (The differentiating function)
·         Fungsi Persiapan (The propaedeutic function)
·         Fungsi Pemilihan (The selective function)
·         Fungsi Diagnostik (The diagnostic function)

3.                  Peranan Kurikulum
Kurikulum dalam pendidikan formal di sekolah / madrasah memiliki peranan  sangat strategis dan menentukan pencapaian tujuan pendidikan.Bila dirinci secara lebih mendetail terdapat tiga peranan yang dinilai sangat penting, yaitu;
·         Peranan Konservatif
·         Peranan Kreatif
·         Peranan Kritis dan Evaluasi






BAB II
Landasan Pengembangan Kurikulum
1.                  Uraian
Landasan pengembangan Kurikulum memiliki peranan yang sangat penting, Sehingga apabila kurikulum diibaratkan sebagai sebuah bangunan gedung yang tidak menggunakan landasan atau fondasi yang kuat, Maka akan mudah roboh. Hornby c.s dalam “foundation….that on shich an idea or belief rest; an underlying principle’s as the foundations of religious belief; the basis or starting point…”.Jadi menurut Hornby, landasan adalah suatu gagasan atau kepercayaan yang menjadi sandaran, sesuatu prinsip yang mendasari, contohnya seperti landasaan kepercayaan agama, Landasan pengembangan Kurikulum dapat diartikan sebagai suatu gagasan, suatu asumsi, atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum.
·                     Landasan Filosofis pengembangan Kurikulum
Istilah filsafat adalah terjemahan dari bahasa inggris “philosophy” yang berasal dari perpaduan dua kata yunani purba “philien” yang berarti cinta (Love), dan “shopia” (wisdom) yang berarti Kebijaksanaan. Jadi, secara etimologi filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau love of wisdom (Redja Mudhayahrdjo, 2001; 83).

·                     Landasan Psikologis Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik. Psikologi perkembangan dapat diartikan sebagai berikut, “….That branch of psychology which studies processes of pra and post natal growth and the maturation of behavior.” artinya “Psikologi Perkembangan merupakan cabang dari Psikologi yang mempelajari proses perkembangan individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku” (J.P. Chaplin, 1979).

·                     Landasan Sosiologis pengembangan Kurikulum
Landasan sosiologis pengembangan kurikulum adalah asumsi-asumsi yang berasal dari sosiologi yang dijadikan titik tolak dalam pengembangan kurikulum.
Ø    Masyarakat dan Kurikulum
Ø    Kebudayaan dan Kurikulum

·                     Landasan Teknologis Pengembangan Kurikulum
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung ber-implikasi terhadap pengembangan kurikulum yang didalamnya mencakup pengembangan isi/materi pendidikan, penggunaan strategi dan media pembelajaran, serta penggunaan system evaluasi.

BAB III
Komponen-komponen Pengembangan Kurikulum
     Sistem Kurikulum terbentuk Oleh empat Komponen, Yaitu: Komponen tujuan, Isi Kurikulum, Metode atau Strategi pencapaian tujuan, dan Komponen evaluasi.


1.                  Komponen tujuan
 Secara jelas tujuan pendidikan Nasional yang bersumber dari system nilai Pancasila dirumuskan dalam undang-undang No.20 Tahun 2003, Pasal 3, bahwa pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta beradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
·                     Menurut Bloom, dalam bukunya yang sangat terkenal Taxonomy of Educational Objectives yang terbit pada 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam tiga Klasifikasi atau tiga Domain (Bidang), Yaitu;
Ø    Pengetahuan
Ø    Pemahaman
Ø    Penerapan
Ø    Analisis
Ø    Sintesis
Ø    Evaluasi


2.                  Komponen Isi / Materi pelajaran
Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa.Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatasn siswa.

3.                  Komponen Metode / Strategi
Strategi dan metode merupakan komponen ketiga dalam pengembangan kurikulum.Komponen ini merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi kurikulum.

4.                  Komponen Evaluasi
    Pengembangan kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir (Olivia, 1988), Proses tersebut meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi
BAB IV
Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum

1.                  Pengertian Prinsip Pengembangan Kurikulum
Secara gramatikal, prinsip berarti asas, dasar, keyakinan, dan pendirian.Dari pengertian ini tersirat makna bahwa kata prinsip menunjuk pada suatu hal yang sangat penting, mendasar, harus diperhatikan, memiliki sifat mengatur dan mengarahkan, serta sesuatu yang biasanya selalu ada atau terjadi pada situasi dan kondisi yang serupa.

2.                   Macam-macam sumber Prinsip pengembangan Kurikulum
    Sumber prinsip menunjukkan dari mana asal muasal lahirnya suatu prinsip, Dari berbagai literature setidaknya ada empat sumber prinsip pengembangan kurikulum, yaitu;
·                     Data Empiris (Emipirical data)
·                     Data Eksperimen (Experiment data)
·                     Cerita/legenda yang hidup dimasyarakat (Folklore of curricuculm), dan Akal sehat (Common sense) (Olivia, 1992: 28).


3.                  Tipe-tipe Prinsip Pengembangan Kurikulum
Pada dasarnya, tipe-tipe prinsip pengembangan kurikulum merupakan tingkat ketepatan (Vadility) dan ketetapan (realiability) Prinsip yang digunakan.Hal ini ada kaitannya dengan sumber-sumber dari prinsip pengembangan kurikulum itu sendiri. Ada data,  fakta, konsep, dan prinsip yang tingkat kepercayaannya tidak diragukan lagi karena sudah dibuktikan secara empiris melalui suatu penelitian yang berulang-ulang.

4.                  Macam-macam Prinsip Pengembangan Kurikulum
Terdapat banyak prinsip yang mungkin digunakan dalam pengembangan kurikulum. Macam-macam Prinsip ini bisa dibedakan dalam dua kategori, yaitu;
1). Prinsip umum, dan
2).Prinsip khusus.



BAB V
Model Pengembangan dan Organisasi Kurikulum

1.                  Model-model pengembangan Kurikulum
    Pengembangan kurikulum tidak dapat lepas dari berbagai aspek yang memengaruhinya, seperti cara berpikir, sistem nilai ( Nilai moral, keagamaan, politik, dan sosial). Proses pengembangan, kebutuhan peserta didik, kebutuhan masyarakat maupun arah program pendidikan. Aspek-aspek tersebut akan menjadi bahan yang perlu dipertimbangkan dalam suatu pengembangan kurikulum. Macam-macam model ada enam, yaitu;
·                     Model Ralph tyler;
·                     Model Administratif;
·                     Model Grass Roots;
·                     Model Demonstrasi;
·                     Demo Miller-seller;
·                     Model Taba (Inverted Model);
·                     Model Beuchamp.

2.                  Organisasi Kurikulum
Kurikulum lebih luas daripada sekedar rencana pelajaran. Kurikulum meliputi segala pengalaman atau proses belajar siswa yang direncanakan dan dilaksanakan dibawah bimbingan lembaga pendidikan.


BAB VI
Evaluasi Kurikulum

1.                  Pengantar
Pembahasan mengenai evaluasi Kurikulum tidak terlepas dari beberapa istilah yang senada bahkan sering dipertukarkan maknanya, yaitu evaluasi, penilaian, pengukuran dan tes.Evaluasi berasal dari bahasa inggris yakni “Evaluation” Sedangkan penilaian disebut juga “assessement”, Pengukuran adalah “Measurement” Sedangkan tes dalam Bahasa inggris disebut “test”.

2.                  Pengertian Evaluasi Kurikulum
Kurikulum merupakan bagian dari pendidikan dalam lingkup yang luas, kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan.Mengevaluasi keberhasilan sebuah pendidikan berarti juga mengevaluasi kurikulumnya.

3.                  Tujuan Evaluasi Kurikulum
Dalam arti luas evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria.Indikator kinerja yang dievaluasi adalah efektivitas, relevansi, efisiensi, dan kelayakan (feasibility) program. Diadaknnya evaluasi didalam proses pengembangan kurikulum dimaksudkan untuk Keperluan;
·                     Untuk perbaikan program
·                     Pertanggung jawaban kepada berbagai pihak
·                     Penentuan tindak lanjut hasil pengembangan

4.                  Beberapa Model Evaluasi Kurikulum
    Secara garis besar, berbagai model evaluasi yang telah dikembangkan selama ini dapat digolongkan kedalam lima rumpun model, yaitu; 1)measurement, (2) congruence, (3) illumination,(4) educational system evaluation dan  (5) CIPP.

5.                  Model yang Disarankan
Ketepatan suatu model tak dapat dilepaskan dari tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan evaluasi yang kita adakan.Setiap model, termasuk model yang keempat (educational system evaluation) memiliki kekuatan dan kelemahan ditinjau dari bebagai segi. Sehubungan dengan itu, berkenaan dengan model mana yang akan disarankan.
BAB VII
Konsep Dasar Pembelajaran
1.                  Hakikat Belajar
   Belajar menurut Gagne (1984), adalah suatu proses di mana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman, Dari pengertian tersebut tiga unsur pokok dalam belajar, yaitu;
·                     Proses
·                     Perubahan Perilaku
·                     Pengalaman

2.                  Hakikat Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan oleh sesorang guru atau pendidik untuk membelajarkan siswa yang belajar. Menurut Mudhofir (1987:30) Pada garis besarnya ada empat pola pembelajaran, yaitu;
·                     Pola pembelajaran guru dengan siswa tanpa menggunakan alat bantu/bahan pembelajaran dalam bentuk alat peraga.
·                     Pola (guru+alat bantu) dengan siswa, pada pola pembelajaran ini, guru sudah dibantu oleh berbagai bahan pembelajaran yang disebut alat peraga pembelajaran dalam menjelaskan dan meragakan suatu pesan yang bersifat abstrak.
·                     Pola (guru)+ (Media) dengan siswa, pola pembelajaran ini sudah mempertimbangkan keterbatasan guru, yang tidak mungkin menjadi satu-satunya sumber belajar.
·                     Pola media dengan siswa atau pola pembelajaran jarak-jauh menggunakan media atau bahan pembelajaran yang disipkan.

3.                  Landasan Konsep Pembelajaran
·                     Filsafat
·                     Psikologi
·                     Sosiologi
·                     Komunikasi
·                     Teknologi

4.                  Proses pembelajaran
Pembelajaran (instruction) merupakan akumulasi dari konsep mengajar (Teaching) dan konsep belajar (learning).Penekanannya terletak pada perpaduan antara keduanya, yakni kepada penumbuhan aktivitas subjek didik.

5.                  Hasil Belajar dari Pembelajaran
·                     Hasil Belajar
·                     Motivasi menuju Hasil Proses Pembelajaran


BAB VIII
Komponen-Komponen Pembelajaran
1.                  Tujuan Pembelajaran
·                     Hierarka Tujuan
     Tujuan pembelajaran merupakan suatu target yang ingin dicapai oleh kegiatan pembelajaran, Tujuan pembelajaran ini merupakan tujuan antara dalam upaya mencapai mencapai tujuan-tujuan lain yang lebih tinggi tingkatannya, yakni tujuan pendidikan dan tujuan pembangunan nasional.
Ø    Tujuan pendidikan nasional
Ø    Tujuan institusional/ lembaga
Ø    Tujuan kurikuler
Ø    Tujuan instruksional / pembelajaran

2.                  Bahan Pembelajaran
Bahan atau materi pembelajaran pada dasarnya adalah “isi” dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bisang studi dengan topik /sub topik dan rinciannya. Secara umum isi kurikulum dapat dipilih menjadi tiga unsur utama, yaitu:
·                     Logika
·                     Etika
·                     Dan Estetika

3.                  Strategi dan Metode Pembelajaran
      Strategi pembelajaran merupakan salah-satu komponen didalam system pembelajaran, yang tidak dapat dipisahkan dari komponen lain di dalam system tersebut. Dengan kata lain, strategi pembelajaran dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Faktor-faktor yang memengaruhi strategi pembelajaran, ialah;
·                     Tujuan
·                     Materi
·                     Siswa
·                     Fasilitas
·                     Waktu
·                     Dan Guru

4.                  Beberapa Strategi pembelajaran dan Metode Mengajar
·                     Strategi Ekspositosi Klasikal
·                     Metode Tanya-jawab
·                     Strategi Heuristik
·                     Pengajaran Kelompok (Kecil)
·                     Pengajaran perorangan (Individual)

5.                  Kriteria Penggunaan Strategi Pembelajaran dan Metode Mengajar

6.                  Media Pembelajaran
·                     Media Visual
·                     Media Audio
·                     Media Audio-Visual
·                     Kelompok Media Penyaji
·                     Media Objek dan Media Interaktif

BAB IX
Prinsip-Prinsip Pembelajaran
1.              Hakikat Pembelajaran
a.       Belajar ( learning ) adalah refleksi system kepribadian siswa yang menunjukkan perilaku yang terkait dengan tugas yang diberikan.
b.      Mengajar ( teaching ) adalah refleksi system kepribadian sang guru yang bertindak secara professional.
c.       Pembelajaran ( instruction ) adalah system social tempat berlangsungnya belajar-mengajar.
2.              Prinsip Pembelajaran
a.       Prinsip umum
b.      Prinsip khusus
c.       Prinsip keterlibatan langsung / berpengalaman
d.      Prinsip pengulangan
e.       Prinsip tantangan
f.       Prinsip balikan dan penguatan
g.      Prinsip perbedaan individual

tBAB X
Pendekatan Strategi dan Model Pembelajaran
a.      Pendekatan Filasafati terhadap Pembelajaran
Konsepsi dan makna pembelajaran berdasarkan pendekatan beberapa aliran filsafat pendidikan yang berbeda tersebut dipaparkan sebagai berikut:
·      Idealisme                     : Pembelajaran adalah kegiatan tanya-jawab (dialektika) antara guru dengan siswa, melatih keterampilan berpikir siswa, serta pemberian teladan dalam hal pengetahuan, nilai, dan moral.
·      Realisme                      : Pembelajaran adalah kegiatan guru menciptakan kondisi lingkungan dengan disiplin tertentu untuk dialami siswa, agar siswa menguasai pengetahuan yang essensial yang dan terbentuk kebiasaan-kebiasaan, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan alam dan lingkungan sosialnya, serta mampu melaksanakan tanggung jawab social.
·      Pragmatisme                : Pembelajaran adalah kegiatan guru memfasilitasi dan membimbing siswa belajar memecahkan masalah melalui aktivitas / kerja (learning by doing).
·      Konstruktivisme          : Pembelajaran adalah kegiatan guru memfasilitasi dan membimbing siswa berpikir, agar siswa dapat mengembangkan konsep dan pengertian tentang suatu hasil konstruktif aktif siswa ( kontekstual )
·      Eksistensialisme          : Pembelajaran adalah kegiatan guru mendampingi siswa (belajar) berdasarkan minat-bakat dan kebutuhannya.
·      Pancasila                      : Pembelajaran adalah interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b.      Pendekatan Psikologi terhadap Pembelajaran
Berikut konsepsi tentang pembelajaran berdasarkan pendekatan ketiga alira psikologi tersebut yaitu :
·         Behaviorisme  :  Pembelajaran adalah kegiatan guru menciptakan kondisi lingkungan sebagai stimulus-berupa tugas, disiplin, dan sebagainya-untuk direspons oleh siswa, yang dilakukan dalam bentuk latihan.
·         Kognitif          : Pembelajaran adalah kegiatan guru membimbing siswa melakukan proses internal yang kompleks berupa pemrosesan informasi, inquiry atau discovery.
·         Humanisme     : Pembelajaran adalah kegiatan guru memfasilitasi dan membimbing siswa belajar melalui proyek-proyek terpadu yang menekankan pada studi-studi social yang didasarkan atas pemuasan kebutuhan dan kepribadian siswa.

Model Pembelajaran
a.       Berdasarkan Teori
·         Berdasarkan teori
·         Pertemuan kelas
·         Pemecahan masalah social
·         Model laboratorium
·         Bermain peranan
·         Simulasi sosial

BAB XI
Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran
1.      Hakikat, Unsur, dan Inovasi Pendidikan
Inovasi adalah perubahan kea rah yang baru, sedangkan difusi adalah proses penyerapan sesuatu yang baru dengan menekankan pada aspek filterisasi. Difusi inovasi dimaksudkan sebagai penyebar luasan dari gagasan inovasi tersebut melalui suatu proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan saluran tertentu.
Inovasi pendidikan akan selalu melibatkan system inovasi (innovation system) yang mengkaji tentang tahapan persiapan dan implementasi inovasi kepada masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur yang satu sama yang lain saling terkait.
Berikut adalah tahapan model keputusan inovasi, yang dapat dilakukan oleh praktisi pendidikan hingga peserta didik, yaitu :
·         Tahap pengetahuan (knowledge)
·         Tahap bujukan (persuation)
·         Tahap pengambilan keputusan (decision making)
·         Tahap implementasi (implementation)
·         Tahap konfirmasi (confirmation)

RINGKASAN   BUKU  II
PENGEMBANGAN KURIKULUM TEORI & PRAKTEK
BAB I
KONSEP KURIKULUM
A.    Kedudukan Kurikulum dalam Pendidikan
Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat. Guru melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan rencana dan persiapan yang matang. Mereka mengajar dengan tujuan yang jelas, bahan-bahan yang telah disusun secara sistematis dan rinci, dengan cara dan alat-alat yang telah dipilih dan dirancang secara cermat. Disekolah guru melakukan interaksi pendidikan secara berencana dan sadar.  Dalam lingkungan sekolah telah ada kurikulum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal, karena itu pendidikan yang berlangsung disekolah sering disebut pendidikan formal. Kelebihan Dari Pendidikan formal yaitu: pertama, pendidikan formal disekolah memiliki lingkup isi pendidikan yang lebih luas bukan hanya berkenaan dengan pembinaan segi-segi moral tetatpi juga ilmu pengetahuan dan keterampilan. Kedua, pendidikan disekolah dapat memberikan pengetahuan yang lebih tinggi, lebih luas dan mendaalam. Ketiga, karena memiliki rancangan atau kurikulum secara formal dan tertulis pendidikan disekolah dilaksanakan secara berencana, sistematis, dan lebih disadari. Kurikulum adalah merupakan syarat mutlak bagi pendidikan sekolah,

B.     Konsep kurikulum

Berjalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan, juga bervariasi sesuai dengan aliran atau teori pendidikan yang dianutnya. Kurikulum merupakan kumpulan mata-mata pelajaran yang harus disampaikan guru atau dipelajari oleh siswa. Menurut Mac Donald sistem persekolahan terbentuk atas empat subsistem, yaitu mengajar, belajar, pembelajaran, dan kurikulum. kurikulum merupakan suatu rencana yang memberi pedoman atau pegangan dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Menurut Taba kurikulum memberikan pegangan bagi pelaksanaan pengajaran dikelas tetapi, merupakan tugas dan tanggung jawab guru untuk menjabarkannya.  Menurut Beauchamp, kurikulum juga sebagai rencana pengajaran dan sebagai suatu sistem yang merupakan bagian dari sistem persekolahan.  Sebagai suatau sistem, kurikulum merupakan bagian atau subsistem dari keseluruhan kerangka organisasi sekolah atau sistem sekolah. Fungsi utama sistem kurikulum adalah dalam pengembangan, penerapan, evaluasi dan penyempurnaannya baik sebagai dokumen tertulis maupun aplikasinya dan menjaga agar kurikulum tetap dinamis.


C.    Kurikulum dan Teori-teori Pendidikan

 Suatu teori kurikulum diturunkan atau dijabarkan dari teori pendidikan tertentu. Empat teori pendidikan yang banyak dibicarakan para ahli pendidikan dan dipandang mendasari pelaksanaan pendidikan, yaitu pendidikan klasik, pendidika pribadi, pendidikan interaksional, dan teknologi pendidikan.

D.    Pendidikan klasik atau classical education

 Dapat dipandang sebagai konsep pendidikan tertua. Funsgi pendidikan ini memelihara,mengawetkan,dan meneruskan budaya pada generasi berikutnyaMenurut Konsep pendidikan klasik, Guru atau pendidik adalah ahli dalam bidang ilmu dan juga contoh atau model yata dari pribadi yang ideal. Dua model konsep pendidikan klasik,yang pertama(perenialisme),dan esiesensialisme keduanya memiliki pandangan yang berbeda. Pendidikan berfungsi memelihara dan mewariskan pengetahuan, konsep-konsep dan nilai-nilai yang telah ada. Pendidikan lebih menekankan pada humanitas, pembentukan pribadi, dan sifat-sifat mental. Kurikulum pendidikan klasik lenih menekankan isi pendididkan, yang diambil dari disiplin-disiplin ilmu, disusun oleh para ahli tanpa mengikutsertakan guru-guru apalagi siswa.

Pendidikan pribadi (personalized education) lebih mengutamakan peranan siswa konsep pendidikan ini bertolak dari anggapaan dasar bahwa, sejak dilahirkan ank telah memiliki potensi-potensi baik potensi untuk berfikir, berbuat, memecahkan masalah, maupun untuk belajar dan berkembang sendiri. Pendidikan adalah ibarat persemaian, berfungsi menciptakan lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama-hama. Peserta didik menjadi subjek pendidikan, dialah yang menduduki tempat utama dalam pendidikan. Teori ini juga memiliki dua aliran yaitu pendidikan progresif dan pendidikan romantik. Dalam pendidikan progresif siswa merupakan satu kesatuan yang utuh, perkembangan emosi dan sosial sam pentingnya dengan perkembangan intelektual. Pendidikan romantik berpangkal dari pemikiran-pemikiran Jean Jacques Rousseau. Kurikulum pendidikan pribadi lebih menekankan pada proses penembangan kemampuan siswa. Materi ajar dipilih dengan minat dan kebutuhan siswa.

Teknologi pendidikan mempunyai persamaan dengan pendidikaan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama.  Perkembangan teknologi pendidikan dipengaruhi dan sangat diwarnai oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Menurut teori ini pendidikan adalah ilmu dan bukan seni, pendidikan adalah cabang dari teknologi ilmiah. konsep pendidikan teknologi , isi pendidikan dipilih oleh tim ahli bidang-bidang khusus. Isi pendidikan berupa data-data objektif dan keterampilan-keterampilan yang mengarah pada kemampuan vocational. Pendidikan Interaksional ini bertolak dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. Dalam pendidikan interaksional , belajar lebih dari sekedar mempelajari fakta-fakta.  Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dari fakta-fakta tersebut,





















BAB II
TEORI KURIKULUM
            Teori menjelaskan suatu kejadian.Kejadian ini bisa sangat luas atau sempit. Tugas seorang teoritisi adalah merumuskan istilah-istilah dan pernyataan yang akan menjelaskan isi bagian-bagian dan hubungan di antara bagian-bagian tersebut.
1.      Apakah Fungsi Teori?
Minimal ada 3 fungsi teori yang sudah disepakati para ilmuwan yaitu :
·         Mendeskripsikan
·         Menjelaskan
·         Memprediksi
Pendidikan merupaka suatu ilmu terapan (applied science), yaitu terapan dari ilmu atau disiplin lain terutama filsafat, psikologi, sosiologi, dan humanitas.
Teori kurikulum yaitu sebagai suatu perangkat pernyataan yang memberikan makna terhadap kurikulum sekolah, makna tersebut terjadi karena adanya penegasan hubungan antara unsur-unsur kurikulum, adanya petunjuk perkembangan, penggunaan dan evaluasi kurikulum.
Sikap dalam pengembangan teori kurikulum menurut Beuchamp, yaitu:
·         Setiap teori kurikulum harus dimulai dengan perumusan (defenisi) tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya.
·         Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai-nilai dan sumber-sumber pangkal-tolaknya.
·         Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik dari desain sebelumnya.
·         Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulumnya serta interaksi diantara proses tersebut.
·         Setiap teori kurikulum hendaknya menyiapkan diri bagi proses penyempurnaan.


BAB III
LANDASAN FILOSOFIS DAN PSIKOLOGIS PENGEMBANGAN KURIKULUM
A.                Landasan Filosofis
Ada 3 cabang besar filsafat, yaitu metafisika yang membahas segala yang ada di alam ini, epistemology yang membahas kebenaran, dan aksiologi yang membahas nilai.Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan yang disebut filsafat pendidikan.

B.                 Landasan Psikologis
Kondisi psikologis merupakan karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu, yang dinyatakan dalam berbagai bentuk perilaku dalam interaksi dengan lingkungannya.Perilaku tersebut merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor.
Kondisi psikologis ssetiap individu berbeda, karena perbedaan tahap perkembangannya, latar belakang social budaya, juga karena perbedaan faktor-faktor yang dibawa dari kelahirannya. Perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar, baik berlangsung melalui proses peniruan, pengingatan, pembiasaan, pemahaman, penerapan, maupun pemecahan masalah.









BAB IV
LANDASAN SOSIAL-BUDAYA  PERKEMBANGAN ILMU dan TEKNOLOGI dalam PENGEMBANGAN KURIKULUM
Dengan pendidikan, kita tidak mengharapkan muncul manusia-manusia yang lain dan asing terhadap msyarakatnya, tetapi manusia yang lebih bermutu, mengerti, dan mampu membangun masyarakatnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi, karrakteristik, kekayaan, dan perkembangan masyarakat tersebut.
Ada 3 sifat penting pendidikan yaitu:
·           Pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai.
·           Pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat.
·           Pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung.
Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif.Hal itu merefleksikan konsep adanya tuntutan individual dan social dari orang dewasa kepada generasi muda.Salah satu aspek yang cukup penting dalam system social-budaya adalah tatanan nilai-nilai. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan, peraturan, hukum, moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku pada warga masyarakat.
Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan .proses pembudayaan tidak dapat dilaksanakan secara sendirian, melainkan harus dalam interaksi dengan oranglain, interaksi dengan lingkungan.
Teknologi ialah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal (hardware dan software) sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indra, dan otak manusia. Tealh dibicarakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa beberapa perubahan dalam kehidupan masyarakat.




BAB V
MACAM-MACAM MODEL KONSEP KURIKULUM
A.    Kurikulum Subjek Akademis
Subjek akademis bersumber dari pendidikan klasik (perenialisme dan esensialisme) yang berorientasi pada masa lalu.Semua ilmu pengetahuan dan nilai-nilai telah ditemukan oleh para pemikir masa lalu.
Fungsi pendidikan memelihara dan mewariskan hasil-hasil budaya masa lalu tersebut.Kurikulum ini lebih mengutamakan isi pendidikan.Belajar adalah menguasai ilmu sebanyak-banyaknya.Orang yang berhasil dalam belajar adalah orang yang menguasai ilmu sebanyak-banyaknya.
Kurikulum subjek akademis tidak berarti hanya menekankan pada materi yang disampaikan, dalam perkembangan nya secara berangsur memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa.
Ada beberapa ciri model kurikulum yang dikembangkan yaitu ;
1)      Menentukan tema-tema yang membentuk satu-kesatuan (unifying theme)
2)      Menyatukan kegiatan belajar dari beberapa disiplin ilmu.
3)      Menyatukan berbagai cara / metode belajar.

B.   Kurikulum Humanistik
1.    Kurikulum konfluen
Beberapa ciri kurikulum konfluen yaitu :
·         Partisipasi
·         Integrasi
·         Relevansi
·         Pribadi anak
·         Tujuan

C.    Kurikulum Rekonstruksi Sosial
Kurikulum ini lebih memfokuskan pada problema yang dihadapinya dalam masyarakat .kurikulum ini bersumber pada pendidikan interaksional. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri, melainkan kegiatan bersama, interaksi, kerjasama.
Ada beberapa ciri dari desain kurikulum ini :
·         Asumsi
·         Masalah-masalah social yang mendesak
·         Pola-pola organisasi
BAB VI
ANATOMI DAN DESAIN KURIKULUM
Telah dikemukakan bahwa, dalam kurikulum atau pengajaran, tujuan memegang peranan penting, akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan 2 hal yaitu:
·         Perkembangan tuntutan, kebutuhan dan kondisi masyarakat.
·         Didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis terutama falsafah negara.
Spesifikasi dari tujuan-tujuan mengajar khusus yaitu :
·         Menggambarkan apa yang diharapkan dapat dilakukan siswa.s
·         Menunjukkan mutu tingkah laku yang diharapkan dilakukan oleh siswa.
·         Menggambarkan kondisi lingkungan yang menunjang tingkah laku siswa.
Ada beberapa cara untuk menyusun sekuens bahan ajar, yaitu ;
·         Sekuens kronologis                 : menyusun bahan ajar yang mengandung urutan waktu.
·         Sekuens kausal                                                : masih berhubungan erat dengan sekuens kronologis
·         Sekuens structural                               : bagian bahan ajar bidang studi
·         Sekuens logis dan psikologis  : bahan ajar dimulai dari hal yang sederhana kepada yang kompleks. Begitu juga sebaliknya.
·         Sekuens spiral                                     : bahan ajar dipusatkan pada topic tertentu.
·         Rangkaian kebelakang
·         Sekuens berdasarkan hierarki belajar.
Strategi mengajar
·         Reception/ exposition learning
·         Rote learning – meaningful learning
·         Group learning – individual learning
Media mengajar
·         Interaksi insani            :Komunikasi antara dua orang atau lebih.
·         Realia                                      :Bentuk prasangka nyata yang diamati siswa.
·         Pictorial                                   :Menunjukkan berbagai bentuk penyajian gambar.
·         Symbol tertulis            :Media penyajian informasi yang paling umum.
·         Rekaman suara            :Dapat disajikan sendiri atau digabung dengan  media pictoral.
Evaluasi Pengajaran
            Menurut lingkup luas, bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan sumatif.
            Formatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar dalam jangka waktu yang relative pendek.
Evaluasi sumatif ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan yang lebih luas, sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama.Satu semester, satu tahun, atau selama jenjang pendidikan.
Desain Kurikulum
·         Subject contered design          : Kurikulum merupakan desain yang paling popular, paling tua, dan paling banyak digunakan. Dan dipusatkan dalam isi atau materi yang akan diajarkan.
·         Learner-contered design         : Tempat utama pada peserta didik.
·         Problem contered design








BAB VII
PROSES PENGAJARAN
Masalah isi dan proses pengajaran selalu menjadi tema dan titik tolak. Hal itu disebabkan karena kedua komponen kurikulum tersebut sangatlah penting. Kurikulum tidak lain ialah suatu program pendiidkan yang berisi jalinan antara isi dengan proses penyampaian.
BAB VIII
PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.              Prinsip-Prinsip Umum
Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum, yaitu:
·                Relevansi
·                Fleksibilitas
·                Kontinuitas
·                Praktis
·                Efektivitas
Ada beberapa prinsip khusus dalam pengembangan kurikulum, yaitu:
·                Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan
·                Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan
·                Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar
·                Prinsip berkenaaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran
·                Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian

Pengembangan Kurikulum
Prinsip-Prinsip Kurikulum:
Prinsip-prinsip umum
Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum yaitu:  Pertama, Prinsip relevansi ada dua macam yaitu relevan keluar dan relevan kedalam. Kedua, Prinsip fleksibilitas, kurikulum hendaknya memiliki sifat lentur atau fleksibel karena kurikulum yang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid tetapi dalam pelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian berdasarkan kondisi daerah waktu maupun kemampuan dan latr belakang anak. Ketiga, Prinsip kontinuitas yaitu kesinambungan yang mana perkembangan dan proses elajar anak berlangsung secara berkesinambungan tidak terputus-putus atau berhenti-henti oleh karena itu pengalaman belajar yang disediakan kurikulum hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas. Keempat, Praktis mudah dilaksanakan,menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya juga murah. dan Kelima, Prinsip efektivitas, walaupun kurikulum tersebut harus murah, sederhana, dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan dan merupakan penjabaran dari perencanaan pendidikan.
Prinsip-prinsip khusus :

a.       Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan
b.      Prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan
c.       Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar
d.      Prinsip berkenaa dengan pemilihan media dan alat pengajaran
e.       Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penelitian
Pengembangan Kurikulum
Dari pihak-pihak tersebut yang secara terus menerus turut terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut:  Peranan para administator pendidikan, Peranan para ahli, Peranan Guru , Dan Peranan orang tua murid. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum yaitu : Perguruan Tinggi, Masyarakat, dan Sistem nilai.
Artikulasi dan Hambatan Pengembangan Kurikulum
Untuk menyusun kurikulum diperlukan kerjasama dari pihak seperti para administrator, kepala sekolah, TK sampai rektor universitas, guru dari setiap jenjang pendidikan, orang tua murid dan tokoh-tokoh masyarakat.
Hambatan-hambatan pengembangan kurikulum
Pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan. 1. hambatan terletak pada guru. 2., hambatan datang dari masyarakat,3, hambatan yang dihadapi oleh pengembang kurikulum adalah maslah biaya.

Model-model pengembangan kurikulum
1.      The administratif model
2.      The grass roots model
3.      Beauchamp’s system
4.      The demonstration model
5.      Taba’s inverted model
6.      Roger’s interpersonal relations model
7.      The systematic action-research model
8.      Emerging technical models








BAB IX
EVALUASI KURIKULUM
Evaluasi kurikulum sukar dirumuskan secara jelas, hal itu disebabkan beberapa faktor
·         Evaluasi kurikulum berkenaan dengan fenomena-fenomena yang terus berubah.
·         Objek evaluasi kurikulum adalah sessuatu yangberubah-ubah sesuai dengan konsep kurikulum yang digunakan.
·         Evaluasi kurikulum merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh manusia yang sifatnya juga berubah.
Konsep Kurikulum
·         Penekanan pada isi kurikulum
·         Penekanan pada situasi pendidikan
·         Penekanan pada organisasi
Model-Model Evaluasi Kurikulum
·         Evaluasi model penelitian
·         Evaluasi model objektif
·         Evaluasi model multivariasi










BAB X
GURU DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
Sebagai pendidik professional, guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara professional, tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan professional.
Departemen pendidikan dan kebudayaan telah merumuskan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki guru dan mengelompokkan nya atas 3 dimensi umum kemampuan, yaitu:
1.      Kemampuan professional, yang mencakup :
·         Penguasaan materi pelajaran, mencakup bahan yang akan diajarkan dan dasar keilmuan dari bahan pelajaran tersebut.
·         Penguasaan landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan.
·         Penguasaan proses kependidikan, keguruan, dan pembelajaran siswa
2.      Kemampuan social, yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja dan lingkungan sekitar.
3.      Kemampuan personal yang mencakup
·         Penampilan sikap yang positif terhadap keseluruhan tugasnya sebagai guru, dan terhadap keseluruhan situasi pendidikan.
·         Pemahaman, penghayatan, dan penampilan nilai-nilai yang seyogya nya dimiliki guru.
·         Penampilan upaya untuk menjadikan dirinya sebagai anutan dan teladan bagi para siswanya.







BAB III
PEMBAHASAN
A.  Pembahasan Isi Buku
A.1 Pembahasan tentang Definisi Kurikulum
Kurikulum menurut buku yang direview petama adalah sejumlah rencana isi yang merupakan sejumlah tahapan belajar yang didesain untuk siswa dengan petunjuk institusi pendidikan yang isinya berupa proses yang statis maupun dinamis dan kompetensi yang harus dimiliki.
Sedangkan kurikulum menurut menurut buku yang direview kedua adalah mata pelajaran ynag harus dikuasai anak didik.
Berdasarkan  kedua pendapat diatas kurikulum adalah sebuah dokumen perencanaan yang berisi tentang tujuan yang harus dicapai , isi materi dan pengalaman belajar  yang harus dilakukan siswa
A.2  Pembasan tentang Komponen Pengembangan Kurikulum
Komponen pengembangan kurikulum menurut buku yang direview pertama ada 4 komponen yaitu : 1) tujuan 2) isi 3) metode dan 4) evaluasi
Sedangkan komponen sisterm pembelajaran menurut buku yang direview kedua terdiri dari 5 komponen yaitu : 1) tujuan 2) isi/materi 3) metode 4) media dan 5) evaluasi 
Berdasarkan  kedua pendapat diatas  maka setiap komponen harus berkaitan satu sama lain.
A.3 Pembasan tentang Model Perkembangan
Model Perkembangan menurut buku yang direview pertama yaitu  langkah sistematis dalam proses penyusunan kurikulum.
Model Perkembangan menurut buku yang direview kedua yaitu sarana untuk mempermudah berkomunikasi atau sebagai petunjuk yang bersifat persfektif untuk mengambil keputusan.
Berdasarkan  kedua pendapat diatas  maka model perkembangan yaitu proses sistem perencanaan program pembelajaran dalam bentuk naratif, mathematic dan grafis dalam proses penyusunan kurikulum.
A.4 Pembahasan tentang Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran menurut buku yang direview pertama yaitu pola umum rencana interaksi antara siswa dengan guru dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu
Strategi pembelajaran menurut buku yang direview kedua Keemp (1995) yaitu suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Berdasarkan  kedua pendapat diatas  maka strategi pembelajaran adalah rencana atau rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan tertentu.
A.5 Pembahasan tentang Evaluasi Kurikulum
Evaluasi Kurikulum menurut buku yang direview pertama yaitu untuk memeriksa kinerja kurikulum secara keseluruhan ditinjau dari berbagai kriteria
 Evaluasi Kurikulum menurut buku yang direview kedua yaitu suatu proses mempertimbangkan untuk memberi nilai dan arti terhadap suatu kurikulum tertentu.
Berdasarkan  kedua pendapat diatas  maka evaluasi kurikulum adalah suatu proses untuk memeriksa kinerja kurikulum dengan menunjukkan kualitas yang dinilai.
A.6 Pembahasan tentang Inovasi Kurikulum Pembelajaran
 Inovasi Kurikulum Pembelajaran menurut buku yang direview pertama yaitu pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru atau berupa praktik-praktik tertentu atau berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan peInovasi Kurikulum Pembelajaran menurut buku yang direview kedua yaitu suatu idea tau gagasan atau tindakan tertentu dalam bidang kurikulum dan pembelajaran yang dianggap baru untuk memecahkan masalah pendidikan
Berdasarkan  kedua pendapat diatas  maka inovasi kurikulum adalah ide atau pemikiran cemerlang untuk menyelesaikan maslah di bidang pendidikan  persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan tertentu.

A.      KELEBIHAN DAN KEKURANGAN  BUKU
Kelebihan Buku I
1.    Bahasa yang digunakan sangatlah ilmiah, ini bagus untuk mahasiswa untuk menambah wawasan dalam penggunaan bahasa keilmiahan.
2.    Pada buku ini banyak hal yang pernah saya alami ketika menjadi siswa, dimana menjelaskan bagaimana guru seharusnya dan bagaimana siswa seharusnya. Buku ini baik bagi saya karena saya adalah calon pendidik.
3.    Dalam buku ini dijabarkan dan membahas prinsip – prinsip pembelajaran.Sehingga pembaca mengetahui prinsip apa saja yang termasuk dalam pembelajaran
4.    Berisikan materi pelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional
5.    Buku ini memiliki alur yang saling berkaitan satu sama lain, sehingga tidak membuat saya bingung dalam memahami hal hal yang disampaikan dari buku ini, buku ini menjelaskan dengan detail. Apa yang disampaikan pun seimbang.
6.    Beberapa pada bagian bab terdapat rangkuman yang berisiskan ringkasan materi dari bab tersebut. Sehingga dapat memudahkan untuk mencari penjelasan yang singkat dan mudah dimengerti
7.    Desain buku sangat simple dan cukup menarik.
8.    Keunggulan buku ini adalah mampu mengetahui hubungan kurikulum dan pembelajaran
9.    Setiap bab terdapat soal latihan, yang dapat dikerjakan oleh mahasiswa agar mahasiswa bisa mengembangkan ilmu yang sudah didapat disetiap bab yang sudah dipelajari.
Kekurangan Buku I
1.    Harga buku yang lumayan mahal sehingga sulit untuk dimiliki oleh semua orang khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.
2.    Menggunakan bahasa yang sangat ilmiah sehingga membuat saya sulit dalam memahami hal hal yang ingin disampaikan oleh penulis buku.
3.    Isi materi terlalu ringkas dan pembahasannya kurang luas, sehingga para mahasiswa terpaksa harus mencari referensi lagi di buku lain.
4.    Buku ini tidak memaparkan secara rinci bagaimana pengimplementasian dari isi buku dalam kegiatan langsung di lembaga pendidikannya, namun hanya terpaku pada materi / teori saja.
5.    Penulisan di buku ini tidak menarik, yang mana tulisan-tulisan dalam buku hanya menggunakan warna hitam, sehingga kurang dapat menarik minat mahasiswa untuk membacanya
Kelebihan Buku II
·      Cover buku lebih menarik karena lebih berwarna dan cerah.
·      Harganya lebih murah, sehingga buku ini dapat dimiliki oleh kalangan ekonomi menengah kebawah.
·      Isi buku ini dilengkapi dengan contoh-contoh matrik yang dapat mempermudah kita untuk lebih memahami lagi dan bagaimana pendidikan itu yang sebenarnya
·      Bahasa yang digunakan dalam penulisan buku ini cukup umum dan menggunakan bahasa yang tidak baku sehingga dengan bahasa yang komunikatif memudahkan mahasiswa dalam memahami isi buku
·      Buku ini menjelaskan secara rinci tentang KTSP dibandingkan buku pada umumnya
·      Buku ini banyak menjelaskan dan menjabarkan mengenai teori sekaligus implementasinya sehingga memperjelas isi dari buku tersebut
·      Refernsi referensi yang digunakan dalam penulisan buku ini sebagian besar merupakan buku buku karya luar negeri yang menyajikan teori.
·      Buku ini lebih domain memaparkan pada praktik tidak hanya teori sahaja.
·      Buku ini disetiap bab nya dilengkapi dengan referensi atau acuan-acuan.
Kekurangan Buku II
·      .Tidak memiliki banyak warna dalam bukunya. Hanya ada warna hitam dan putih.
·      Tidak adanya menjabarkan secaras detail tentang biodata dari penulis .
·      Tidak disertai latihan atau pertanyaan pada setiap bab.









PERBANDINGAN BUKU I DAN BUKU II

·           Dari yang saya baca mengenai 2 buku “Kurikukulum dan Pembelajaran” karya Tim Pengembangan MKDP Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan buku kedua karya Prof.DR.Nana Syaodih, saya dapat membandingkan kedua buku ini sebagai berikut:
·           Dari segi cover : Buku kedua memiliki cover lebih menarik ketimbang buku pertama karena buku pertama karena buku kedua memiliki warna cover yang warnanya lebih cerah
·           Dari segi isi : Buku I cukup baik dan mudah dipahami. Disetiap bab di buku 1 dilengkapi gambar yang mendukung isi dari buku, sehingga membantu proses pemahaman oleh mahasiswa. Berisikan materi pelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Beberapa bagian bab terdapat terdapat rangkuman yang berisikan ringkasan materi dari bab tersebut.Dengan demikian hal itu dapat memudahkan kita untuk mencari penjelasan yang jelas dan singkat serta mudah dimengerti. Pada setiap bab pada buku ini adanya dilampirkan latihan-latihan yang dapat menguji kemampuan mahasiswa dalam memahami isi materi  
·           Dari segi kerapian : Buku pertama lebih rapi daripada buku kedua karena pada buku  kedua terdapat bercak-bercak tinta dan tulisan double ,kurang rapi spasi penulisannya.
·           Dari segi harga : Buku kedua memiliki harga lebih murah daripada buku pertama, sehingga bagi mahasiswa buku ini lebih murah untuk dijangkau daripada buku pertama
·           Dari segi referensi : Buku pertama memiliki referensi yang cukup namun hanya terpaku pada teori saja, sedangkan buku kedua penulis banyak mengambil teori dari beberapa ahli dan prakteknya juga dalam kehidupan sehari-hari






BAB IV
 PENUTUP

A.      KESIMPULAN
Dari kedua buku dapat disimpulkan bahwa kedua buku memiliki kualitas yang cukup baik untuk digunakan sebagai referensi dalam belajar.Kita ketahui bahwa begitu pentingnya kurikulum dan pembelajaran di bangku sekolah muali dari SD-SMP-SMA/K- dan Perguruan Tinggi.Bisa kita lihat dari segi isi buku pertama dan kedua yang menjelaskan cukup bagus dan lengkap materi tentang kurikulum dan pembelajaran meski masih ada sedikit kekurangan.
Kurikulum dan pembelajaran sangat perlu untuk dipelajari bagi mahasiswa yang mengambil jurusan di FKIP.Karena dari buku inilah kita dapat mempelajari bagaimana kurikulum, penyusunannya, pengembangannya, penerapannya dan kaitannya dengan pembelajaran.
Kedua buku ini bisa menjadi referensi dalam belajar, baik bagi mahasiswa yang mempelajari tentang kurikulum, bagi calon pendidik dan bagi tenaga pendidik baik dosen maupun guru.
B.       REKOMENDASI UNTUK PERBAIKAN BUKU
Saran untuk buku pertama seharusnya mencari lebih banyak lagi referensi agar teori-teori yang disajikan di dalam buku lebih lengkap, buku pertama diharapkan lebih banyak membahas tentang pengertian kurikulum dan pembelajaran dalam arti luas dan lebih banyak menjelaskan menggunakan diagram atau matriks agar lebih membantu pembaca dalam memahami isi buku dan memperhatikan lagi desain cover agar lebih menarik dan membuat harga buku lebih terjangkau.
Saran untuk buku kedua diharapkan lebih teliti dalam penulisan, referensi lebih ditambahkan agar lebih banyak ilmu yang bisa didapatkan pembaca, dan lebih memperhatikan bercak bercak tinta dan tulisan yang double yang dapat mengurangi nilai estetika dari buku itu sendiri.



DAFTAR PUSTAKA
Sukmadinata, Prof.Dr.Nana Syaodih,( 2012).Kurikulum dan Pembelajaran Teori dan Praktek. Bandung
pembelajaran, T. p. (2011). Kurikulum dan pembelajaran. Bandung: RajaGrafindo Persada.